Di sana, dengan diam sudah cukup untuk mereka mengenalimu. Di sini kau perlu bising tanpa henti lalu orang akan mendekatimu. Di sini, kalau kau diam, kau bodoh dan tiada halatuju. Di sana, kalau kau bising, tiada siapa hairan denganmu.

Di sini, bagi mereka aku ibarat telah disumpah menjadi mesin bercakap yang telah punah.

Mereka, yang tidak tahu berapa harganya ‘diam’, mereka ramai di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s