Ampunkan aku kerana ketinggalan kenderaan menuju ke sana. Aku keliru, kenapa aku tertinggal? Telah aku menangis di tepi jalan melihatkan kelibatnya. Tetapkan aku dalam menunggu jawapan! Sehingga satu hari nanti, dengan izinmu, aku ingin lihat diriku berada dalam kenderaan itu. Di sana, mereka yang telah tiba pasti sedang riang gembira. Dengan balutan kain putih mereka memeluk hati masing-masing yang putih ibarat kain itu juga. Aku masih ingat tangisan itu walau aku tahu; hati seputih itu bukan hanya ada di sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s