matahari belum lagi menjenguk

bayang-bayang belum terbentuk

tapi

seekor ayam sudahpun berkokok

 

kokokannya sesegar kebiasaan

pagi diinginkan terjadi waktu itu juga

dia ingin lihat siang sebelum malam berakhir

waktu terlalu lambat berputar

dia tak dapat menunggu lagi

 

terlalu inginkan pagi terbit lebih awal

dia berkokok sepenuh hati

 

yang melihat dengan kasihan, ialah alam

ayam-ayam lain sedang tidur

 

sambil berkokok dia merenung nasibnya

“aku ini hanya seekor ayam?”

 

tidak dia ketahui

kokokannya itu kesukaan para malaikat

para hamba yang taat segera bangun bersolat

dari kecelaruannya itu ada yang mendapat manfaat

 

 

wahai penulis yang gagal menintakan cerita hati,

ceritamu tidak akan terhenti di sini

Tuhanmu akan menjelaskan bagi pihakmu

apa-apa yang kau tak dapat jelaskan sewaktu ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s